
Selasa, 16 Desember 2008
Aku Mau Ayah....!
Aku benci! Pada ibuku? Lho kok? Mulai tanggal 9 Desember kemarin, ibuku sibuk sekali. Berangkat sekolah mesti pagi-pagi sekali. Pukul 06.00 WIB. Bayangkan! Aku ditinggal. Padahal, biasanya aku diantar ibuku ke sekolahku di Playgroup BIAS Pedan. Hikks... hiks..., kali ini ayah yang sering mengantarku.
Maka, suatu sore ketika aku dijemput ibu, aku langsung... "Whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... whuaaaaaa..., aku tidak mau ibu. Aku mau dijemput ayah. Aku mau ayah....!"
Ibuku berusaha membujukku. Karena tangisanku keras sekali, para ustadzah juga ikut membujukku. Akhirnya..., aku mau pulang deh bareng ibuku!
Maka, suatu sore ketika aku dijemput ibu, aku langsung... "Whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... whuaaaaaa..., aku tidak mau ibu. Aku mau dijemput ayah. Aku mau ayah....!"
Ibuku berusaha membujukku. Karena tangisanku keras sekali, para ustadzah juga ikut membujukku. Akhirnya..., aku mau pulang deh bareng ibuku!
BINTANG, MATAHARI, DAN BULAN
"Ibu..., ini raport ku!", ucapku seraya mengangsurkan map plastik biru kepada ibuku. Ibuku tersenyum. "Hemm..., ada bulan lagi, mas?".
Aku cuek saja. "Besok aku mau tidur kok, mau ngaji, mau makan. Biar dapat matahari. Biar enggak dapat bulan sabit."
Lagi, ibuku tersenyum. Manis sekali.... I love u mom....
Aku cuek saja. "Besok aku mau tidur kok, mau ngaji, mau makan. Biar dapat matahari. Biar enggak dapat bulan sabit."
Lagi, ibuku tersenyum. Manis sekali.... I love u mom....
Rabu, 12 November 2008
BIAS-ku Sayang....
Alhamdulillah, aku telah sekolah. Kapan? Sejak tanggal 9 Juli 2008 kemarin, aku telah sekolah di PLAYGROUP BIAS PEDAN KLATEN JATENG. Wow..., sekolahku keren banget lho. Ketika masuk pertama kali ke sana saja aku langsung jatuh cinta dengan sekolahku itu. Sekolahku lumayan luas. Ada halamannya yang sangat memungkinkan aku dan teman-temanku bermain. Sejuk lho. Ada banyak pepohonan di sana. Ada pohon mangga, pohon jambu, pohon sukun, bungan-bunga, dan... pohon talok!
Kalian tau belum pohon talok? Itu lho..., pohon yang batangnya tidak begitu besar, daunnya rimbun, dan buahnya kecil-kecil. Kalau sudah matang berwarna merah. Manis rasanya. Aku dan kakak-kakak TK sering mencari buah talok. Kakak TK yang memanjat, aku yang menangkap dari bawah. Tapi..., tangkapanku sering meleset. Ya maklum..., aku kan masih kecil. He... he....
Tembok di sekolahku di cat warna-warni. Meriah sekali lho! Membuat aku selalu kangen dengan sekolahku. Apalagi..., ustadzah-ustadzah ku sangatttttttttttt baik! Sabarnya itu lho.... Aku sangat senang mempunyai ustadzah yang baik seperti Ust. Riyanti, Ust. Mia, Ust. Nita, Ust. Mila, Ust. Kanthi, dan Ust. Ika. Ada juga Mbak Rum, Bu Sri, dan Pak Ali penjaga sekolahku. Mereka semua bekerja keras menmbina aku supaya bisa menjadi anak yang sholeh, anak yang dirahmati oleh Allah. Terima kasih, Ustadzah.
Terus..., teman-temanku juga sangat menyenangkan. Kami ceria-ceria lho. Kadang sih, kami juga berantem, berebut mainan, dan menangis! Tapi tidak lama kok. Kami segera baikan lagi. Bukankah bermusuhan itu dibenci Allah? Pokoknya asyik deh bermain dengan Mas Yafi, Mas Ghifa, Mas Fathur, Mas Rama, Mas Galan, Mas Lucky, Mbak Amel, Mbak Nayla, Mbak Nabila, Mbak Jihan, Mbak Moriss, dan.... semuanya deh! Pokoknya aku senang di BIAS. I love u BIAS......
Kalian tau belum pohon talok? Itu lho..., pohon yang batangnya tidak begitu besar, daunnya rimbun, dan buahnya kecil-kecil. Kalau sudah matang berwarna merah. Manis rasanya. Aku dan kakak-kakak TK sering mencari buah talok. Kakak TK yang memanjat, aku yang menangkap dari bawah. Tapi..., tangkapanku sering meleset. Ya maklum..., aku kan masih kecil. He... he....
Tembok di sekolahku di cat warna-warni. Meriah sekali lho! Membuat aku selalu kangen dengan sekolahku. Apalagi..., ustadzah-ustadzah ku sangatttttttttttt baik! Sabarnya itu lho.... Aku sangat senang mempunyai ustadzah yang baik seperti Ust. Riyanti, Ust. Mia, Ust. Nita, Ust. Mila, Ust. Kanthi, dan Ust. Ika. Ada juga Mbak Rum, Bu Sri, dan Pak Ali penjaga sekolahku. Mereka semua bekerja keras menmbina aku supaya bisa menjadi anak yang sholeh, anak yang dirahmati oleh Allah. Terima kasih, Ustadzah.
Terus..., teman-temanku juga sangat menyenangkan. Kami ceria-ceria lho. Kadang sih, kami juga berantem, berebut mainan, dan menangis! Tapi tidak lama kok. Kami segera baikan lagi. Bukankah bermusuhan itu dibenci Allah? Pokoknya asyik deh bermain dengan Mas Yafi, Mas Ghifa, Mas Fathur, Mas Rama, Mas Galan, Mas Lucky, Mbak Amel, Mbak Nayla, Mbak Nabila, Mbak Jihan, Mbak Moriss, dan.... semuanya deh! Pokoknya aku senang di BIAS. I love u BIAS......
Rabu, 29 Oktober 2008
Kukuh Cikal Yuntama
Kukuh Cikal Yuntama, itulah namaku. Lucu kan? Biasanya orang-orang akan tertegun pada kata "CIKAL". Bukankah "CIKAL" itu artinya pohon kelapa yang masih kecil? Hemm..., tul! Kata ayahku, "CIKAL" itu adalah "TUNAS KELAPA", lambangnya PRAMUKA. Coba deh..., lihat pohon kelapa itu! Semua apa yang ada di dalam pohon kelapa itu pasti berguna. mulai dari akarnya, bisa dipakai untuk kerajinan yang unik. Pohonnya bisa dipakai untuk kayu bangunan, buahnya, daunnya, dan... semuanya! Semua bisa bermanfaat. Itulah, ayah ibuku memberiku nama "CIKAL", agar aku nanti bisa membawa manfaat bagi hidup dan kehidupanku.
Lalu "KUKUH"? Kukuh adalah kuat. Ayah dan ibuku tentu saja menginginkanku tumbuh menjadi anak yang "KUKUH". Anak yang kuat, kuat dalam fisik, kecerdasan (IQ, EQ, & SQ), iman, dsb.
Sedang "YUNTAMA", adalah singkatan dari nama ayah dan ibuku. WAHYU & TAMA. So Sweet....
Begitulah..., aku diharapkan bisa menjadi anak yang kuat dan bermanfaat. Doakan, ya.... Oke..., salam manis....
Kukuh
Lalu "KUKUH"? Kukuh adalah kuat. Ayah dan ibuku tentu saja menginginkanku tumbuh menjadi anak yang "KUKUH". Anak yang kuat, kuat dalam fisik, kecerdasan (IQ, EQ, & SQ), iman, dsb.
Sedang "YUNTAMA", adalah singkatan dari nama ayah dan ibuku. WAHYU & TAMA. So Sweet....
Begitulah..., aku diharapkan bisa menjadi anak yang kuat dan bermanfaat. Doakan, ya.... Oke..., salam manis....
Kukuh
Langganan:
Komentar (Atom)